Selasa, 25 Januari 2011

Bertaqwa, Urusan Jadi Mudah

Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala. Hal ini yang selalu diwasiatkan oleh para Rasul, Nabi dan Ulama, serta diwasiatkan oleh setiap khotib jum’ah. Taqwa tidak hanya di masjid, tapi harus pula dilakukan di manapun berada. Di pasar, misalnya, ketaqwaan kita bisa diwujudkan dengan tidak berbuat curang dan menipu. Di sawah, dengan tidak menyakiti tetangga. Yakni dengan merampas hak-haknya secara dzolim. Taqwa di kantor atau tempat kerja berarti menghargai ketentuan yang berlaku, disiplin dan bersih. Datang terlambat atau mangkir saat tugas sama artinya dengan mengorupsi waktu. Demikian juga tindakan-tindakan penyelewengan lain.

Taqwa itu tidak hanya dengan melakukan ibadah seperti shalat, shodaqoh dan puasa. Atau meninggalkan dosa besar seperti zina, membunuh, mabuk-mabukan dan lain-lain. Tapi, juga menyangkut hal-hal kecil yang kita kerjakan sehari-hari. Bahkan termasuk bisikan-bisikan di dalam benak kita. Karena di sanalah tempatnya dengki, riya’, iri hati dan hasud.

Oleh karenanya, sudah selayaknya kita senantiasa melakukan koreksi diri, apakah segala tindakan dan bisikan hati kita selama ini sudah mencerminkan ketaqwaan kita terhadap Allah Ta’ala. Sesungguhnya ketakwaan itu sendiri segala manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri.

Bahkan, Allah Ta’ala telah menjanjikan kemudahan bagi hamba-hambanya yang bertaqwa. Firman Allah Swt:
من يتق الله يجعل له من امره يسرا

Barangsiapa yang bertaqwa, Allah Ta’ala akan memberikan kemudahan atas segala urusannya (QS. At-Tholaq:4).

Tentu saja bertaqwa itu bukan urusan sepele. Apalagi bagi orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di pemerintahan. Di mana godaan untuk berbuat dosa menghampar di depan mata. Lebih-lebih jika kebetulan orang itu berada di tengah lingkungan yang kurang kondusif. Banyak kita dengar orang-orang mengeluh, bahwa ‘’Zaman sudah edan bila tidak ikut edan maka tidak kebagian.’’ Anggapan tersebut jelas-jelas salah kaprah. Karena ketetapan Allah Ta’ala berkaitan rizki semua mahluk ciptaannya sudah tertulis secara pasti. Baik mereka mencarinya dengan cara yang halal atau tidak, Allah Ta’ala tetap akan memberikannya. Lebih-lebih, Allah Ta’ala, di dalam Al Qur’an, telah berjanji:
من يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب

Barang siapa bertaqwa kepada Allah, akan dihamparkan kepadanya jalan keluar dan dilimpahi rizki di luar perkiraannya ( QS At Tholaq:2-3)
Orang yang benar-benar bertakwa tidak akan pernah berbuat aniaya terhadap sesamanya. Tidak akan menyengsarakan rakyat banyak dengan alasan apapun. Apalagi demi keuntungan pribadi dan kroninya. Orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman dan beramal saleh. Tak terbersit sedikitpun dalam hatinya kebencian, dengki dan iri hati. Apalagi berupaya untuk saling menjegal dan menikam punggung dari belakang. Mereka akan senantiasa menebar kebaikan kepada sesamanya. Karena, kepada orang-orang yang beriman, di dalam hati mereka, telah ditanamkan oleh Allah Ta’ala rasa kasih sayang. Hal ini bisa dilihat dalam firman Allah:
ان الذين امنوا و عملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا

Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka kasih sayang. (QS Maryam 96)
Orang yang bertakwa, yang berarti juga beriman dan beramal saleh, tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti dalam kehidupannya. Bilapun dia mengalami persoalan maka banyak orang yang dengan senang hati akan membantunya. Tidak perlu jauh-jauh, di lingkungan sekitar, kita akan banyak mendengar cerita atau menjumpai secara langsung bagaimana Allah senantiasa memudahkan jalan bagi orang-orang saleh yang bertakwa. Wallahu a’lam bisshawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar