القرآن
القرآن كلام الله ، وفضله على سائر الكلام كفضل الله على خلقه، وقراءته أفضل ماتحرك به اللسان.
أجر تعليمه : قال :87[[: " خيركم من تعلم القرآن وعلمه " البخاري.
أجر قرآءته: قال :87[[:" من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها " الترمذي.
فضيلة تعلم القرآن وحفظه والمهارة بقراءته : قال :87[[:" مثل الذي يقرأ القرآن وهو حافظ له مع السفرة الكرام البررة ، ومثل الذي يقرأ القرآن وهو يتعاهده وهو عليه شديد ، فله أجران" متفق عليه ( والسفرة : الملائكة) . وقال :87[[:" يقال لصاحب القرآن : أقرأ وارتق ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا ، فان منزلتك عند آخر آية تقرأ بها" الترمذي.
اجر من تعلم ولده القرآن : قال:87[[:" من قرأ القرآن وتعلمه وعمل به ، ألبس والداه يوم القيامة تاجا من نور ضوءه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لايقوم لهما الدنيا ، فيقولان : بم كسينا هذه؟ فيقال : بأخد ولدكما القرآن " الحاكم.
شفاعة القرآن لصاحبه في الأخرة : قال :87[[:" اقرءوا القرآن فانه يأتي يوم القيامة شفيعا لاصحابه" مسلم .
أجر الاجتماع لتلاوته وتدارسه : قال :87[[:" ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله تعالى يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم الا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده" أبو داود.
وصية : احرصي اختاه على قضاء وقتك في قراءة القرآن، واجعلي لنفسك قدرا يوميا لاتتركيه مهما كان الامر ، وقليل دائم خير من كثير منقطع ، فان نمت او غفلت فاقضه من الغد.
وجزاكن الله خيرا على حسن القرآءة
Rabu, 12 Januari 2011
Meraih Kebahagiaan Hidup
Para pembaca yang berbahagia, tidak diragukan lagi bahwa setiap insan pasti mendambakan (pada dirinya) kebahagiaan hidup atau kehidupan yang baik.
Namun pandangan masing-masing orang tentang kebahagiaan hidup itu berbeda-beda. Sebagian orang ada yang memandang bahwa ukuran kebahagiaan adalah keberhasilan dalam meraih dunia dengan segala kelezatan hidupnya. Padahal tidaklah demikian hakikatnya.
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [Ali ‘Imran: 14]
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” [Ar-Ra’d: 26]
Namun pandangan masing-masing orang tentang kebahagiaan hidup itu berbeda-beda. Sebagian orang ada yang memandang bahwa ukuran kebahagiaan adalah keberhasilan dalam meraih dunia dengan segala kelezatan hidupnya. Padahal tidaklah demikian hakikatnya.
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [Ali ‘Imran: 14]
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” [Ar-Ra’d: 26]
Nasihat Imam Asy-Syafi'i kepada Muridnya Imam Al-Muzany
Imam Muzany bercerita,”Aku menemui Imam Asy-Syafi’iy menjelang wafatnya, lalu aku berkata,”bagaimana keadaanmu pagi ini , wahai ustadzku?”
beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan parjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tau; apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan , atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”
Aku(Al-Muzany) berkata, “Nasihatilah aku”.
Asy-Syafi’iy berpesan kepadaku, “Bertaqwalah kepada Allah, parmisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu dan jangan lupa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah apa-apa yang Dia haramkan, laksanakanlah segala yang Dia wajibkan, hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai Dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlah orang yang mendzolimimu, sambunglah orang yang memutus silaturrahmi kepadamu, berbuat baiklah kepada siapa yang bebuat jelek kepadamu, bersabarlah tehadap segala musibah, berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketaqwaan.”
beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan parjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tau; apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan , atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”
Aku(Al-Muzany) berkata, “Nasihatilah aku”.
Asy-Syafi’iy berpesan kepadaku, “Bertaqwalah kepada Allah, parmisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu dan jangan lupa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah apa-apa yang Dia haramkan, laksanakanlah segala yang Dia wajibkan, hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai Dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlah orang yang mendzolimimu, sambunglah orang yang memutus silaturrahmi kepadamu, berbuat baiklah kepada siapa yang bebuat jelek kepadamu, bersabarlah tehadap segala musibah, berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketaqwaan.”
Selasa, 11 Januari 2011
054 Kebaikan dan Keburukan
(Fariz Aulia Rachman)
1. Pengertian Kebaikan
Kebaikan adalah suatu perbuatan yang dilakukan kepada seseorang dan melakukannya dinilai ibadah oleh Allah dan sebagai ganjarannya Allah memberikan pahala untuk balasan perbuatan kita. Namun ganjaran tidak selalu kita terima didunia saja, namun kelak di akhirat juga.\
2. Pengertian Keburukan
Keburukan merupakan lawan dari kebaikan. Apabila seseorang melakukan suatua keburukan maka akan bernilai dosa dimdata Allah, dan kebanyakan keburukan ini apabila dilakukan bisa merugikan orang lain. Dan ingatlah apabila kita melakukan keburukan ini kepada orang lain mungkin suatu saat keburukan akan menimpa kita pula karena sesungguhnya Allah itu Maha Adil.
Kebaikan dan keburukan kadang sulit dibedakan karena di antara keduanya terkadang disamarkan yang baik dikatakan buruk dan yang buruk di katatakan baik. Namun manusia yang telah di berikan akal oleh Allah untuk memikirkan perbedaan dari keduanya tak jarang tertipu karena pintarnya keburukan itu, dia bersembunyi di balik tirai kebaikan.
Oleh sebab itu sebagai manusia yang merupakan makhluk yang paling sempurna di ciptakan oleh Allah sudah semestinya kita dapat membedakan kedu sisi itu, mana yagn benar-benar baik dan mana yang benar-benar buruk. Memang terkadang didalam keburukan ada terselip sisi baiknya tapi dengan melihat itu jangan membuat mata kita tertutup untuk melihat keburukan yang sesungguhnya.
Dengan terbentukanya makalah ini semoga dapat membantu kita dalam membedakan kebaikan dan keburukan yang sesungguhnya dalam pandangan Allah SWT. Dan dengan di sertakannya ayat yanga berkaitan dengan kedua sisi itu semoga akan lebih meyakinkan kita akan kekuasaan Allah SWT.
Semoga dengan kita bersama-sama memikirkan kedua sisi itu akan lebih membuat kita sebagai mahasiswa yang lebih kreativ dan bijaksana dalam memandang segala sisi didunia ini.
1. Pengertian Kebaikan
Kebaikan adalah suatu perbuatan yang dilakukan kepada seseorang dan melakukannya dinilai ibadah oleh Allah dan sebagai ganjarannya Allah memberikan pahala untuk balasan perbuatan kita. Namun ganjaran tidak selalu kita terima didunia saja, namun kelak di akhirat juga.\
2. Pengertian Keburukan
Keburukan merupakan lawan dari kebaikan. Apabila seseorang melakukan suatua keburukan maka akan bernilai dosa dimdata Allah, dan kebanyakan keburukan ini apabila dilakukan bisa merugikan orang lain. Dan ingatlah apabila kita melakukan keburukan ini kepada orang lain mungkin suatu saat keburukan akan menimpa kita pula karena sesungguhnya Allah itu Maha Adil.
Kebaikan dan keburukan kadang sulit dibedakan karena di antara keduanya terkadang disamarkan yang baik dikatakan buruk dan yang buruk di katatakan baik. Namun manusia yang telah di berikan akal oleh Allah untuk memikirkan perbedaan dari keduanya tak jarang tertipu karena pintarnya keburukan itu, dia bersembunyi di balik tirai kebaikan.
Oleh sebab itu sebagai manusia yang merupakan makhluk yang paling sempurna di ciptakan oleh Allah sudah semestinya kita dapat membedakan kedu sisi itu, mana yagn benar-benar baik dan mana yang benar-benar buruk. Memang terkadang didalam keburukan ada terselip sisi baiknya tapi dengan melihat itu jangan membuat mata kita tertutup untuk melihat keburukan yang sesungguhnya.
Dengan terbentukanya makalah ini semoga dapat membantu kita dalam membedakan kebaikan dan keburukan yang sesungguhnya dalam pandangan Allah SWT. Dan dengan di sertakannya ayat yanga berkaitan dengan kedua sisi itu semoga akan lebih meyakinkan kita akan kekuasaan Allah SWT.
Semoga dengan kita bersama-sama memikirkan kedua sisi itu akan lebih membuat kita sebagai mahasiswa yang lebih kreativ dan bijaksana dalam memandang segala sisi didunia ini.
Sabtu, 08 Januari 2011
160 CARA MENCAPAI TUJUAN HIDUP
(bima anggara putra)
TUJUAN HIDUP
1.ingin menjdi anak yang sholeh dan berbudi pengerti luhur
2.ingin membuat bangga kedua orang tua dengan yang saya bisa
3.jadi anak yang bisa buat orang tua bahagia
CARA MENCAPAI TUJUAN HIDUP
1.dengan mejalankan perintah agama,menjahui semua larangan dan mejalankan perintah agama
2.seperti dengan belajar dengan sunguh-sunguh,membuat bangga orang tua memang tidak dengan satu cara tapi masih bnyak cara untuk memuat bangga orang tua.
3.harus patuh dengan orang tua kalau di nasehat harus di dengarkan,jangan membantah orang tua.dengan begitu kita sudah membuat bahagia orang tua
TUJUAN HIDUP
1.ingin menjdi anak yang sholeh dan berbudi pengerti luhur
2.ingin membuat bangga kedua orang tua dengan yang saya bisa
3.jadi anak yang bisa buat orang tua bahagia
CARA MENCAPAI TUJUAN HIDUP
1.dengan mejalankan perintah agama,menjahui semua larangan dan mejalankan perintah agama
2.seperti dengan belajar dengan sunguh-sunguh,membuat bangga orang tua memang tidak dengan satu cara tapi masih bnyak cara untuk memuat bangga orang tua.
3.harus patuh dengan orang tua kalau di nasehat harus di dengarkan,jangan membantah orang tua.dengan begitu kita sudah membuat bahagia orang tua
176 tujuan dan langkah menempuh tujuan hidup
(Arif Agung Setiawan)
Tugas agama tujuan dan langkah menempuh tujuan hidup
Tujuan hidup saya adalah sama seperti orang orang lainya pasti selalu mengarah pada hal yang terbaik seperti :
· Yaitu ingin menggapai hidup yang damai dunia akhirat
· Yaitu adalah memiliki keluarga sakinah mawardah dan warohmah
· Yaitu ingin memiliki anak yang soleh atau sholehah kelak nanti
· Kaya lahir batin dan dunia akhirat
Langkah menempuh tujuan hidup
Menurut saya tujuan hidup selain memberi arah atau planning ,juga menjadi kekuatan jiwa kita dalam menghadapi segala masalah atau kesulitan hiddup.kiat saya dalam menggapai tujuan hidup yang sudah tertulis di atas adalah :
· Yaitu dengan menjalankan perintah agama dan menjauhi semua larangannya adalah sarat mutlak untuk mencapai hidup yang damai selain itu kehidupan kita seharusnya seimbang dalam menjalankan hubungan antar sesama manusia.
· Untuk mencapai keluarga yang sakinah mawardah warohmah sebetulnya diperlukan komitmen untuk menjalin hubungan yang sesuai dengan syariat agama dan selain itu komunikasi yang baik dan tenggang rasa yang terjadi pada keluarga mungkin akan membawa kita pada ketentraman dalam berumah tangga.
· Berhubungan dengan kesolehan anak ,ini berkaitan pada cara didik dan kebiasaan yang terjadi pada suatu keluarga atau lingkungan yang membentuknya,untuk itu bila menginginkan anak atau keturunan kita menjadi insan yang sholeh dan sholehah kita harus merubah kebiasaan buruk kita dan kita seharusnya memberikan pengetahuan dan pendidikan berbasis islami yang mengajarkan kearifan budi kepada anak dan keturunan kita.
· Kaya lahir batin dan dunia akhirat ini berhubungan erat dengan usaha yang kita keluarkan untuk itu insya allah saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar dan mendapatkanya dengan bekal iman dan takwa kepada tuhan yang maha esa yang saya miliki amin.
Tugas agama tujuan dan langkah menempuh tujuan hidup
Tujuan hidup saya adalah sama seperti orang orang lainya pasti selalu mengarah pada hal yang terbaik seperti :
· Yaitu ingin menggapai hidup yang damai dunia akhirat
· Yaitu adalah memiliki keluarga sakinah mawardah dan warohmah
· Yaitu ingin memiliki anak yang soleh atau sholehah kelak nanti
· Kaya lahir batin dan dunia akhirat
Langkah menempuh tujuan hidup
Menurut saya tujuan hidup selain memberi arah atau planning ,juga menjadi kekuatan jiwa kita dalam menghadapi segala masalah atau kesulitan hiddup.kiat saya dalam menggapai tujuan hidup yang sudah tertulis di atas adalah :
· Yaitu dengan menjalankan perintah agama dan menjauhi semua larangannya adalah sarat mutlak untuk mencapai hidup yang damai selain itu kehidupan kita seharusnya seimbang dalam menjalankan hubungan antar sesama manusia.
· Untuk mencapai keluarga yang sakinah mawardah warohmah sebetulnya diperlukan komitmen untuk menjalin hubungan yang sesuai dengan syariat agama dan selain itu komunikasi yang baik dan tenggang rasa yang terjadi pada keluarga mungkin akan membawa kita pada ketentraman dalam berumah tangga.
· Berhubungan dengan kesolehan anak ,ini berkaitan pada cara didik dan kebiasaan yang terjadi pada suatu keluarga atau lingkungan yang membentuknya,untuk itu bila menginginkan anak atau keturunan kita menjadi insan yang sholeh dan sholehah kita harus merubah kebiasaan buruk kita dan kita seharusnya memberikan pengetahuan dan pendidikan berbasis islami yang mengajarkan kearifan budi kepada anak dan keturunan kita.
· Kaya lahir batin dan dunia akhirat ini berhubungan erat dengan usaha yang kita keluarkan untuk itu insya allah saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar dan mendapatkanya dengan bekal iman dan takwa kepada tuhan yang maha esa yang saya miliki amin.
174 Tujuan Hidup Ke depan
(Rega Aditya Prayoga)
TUJUAN HIDUP SAYA DALAM MENUJU KE-DEPAN
Tujuan hidup saya ada beberapa poin dan saya juga ingin dan berusaha untuk mewujudkan tujuan saya selama ini tetapi sampai hari ini tujuan itu belum pernah tersampaikannya sehingga saya berusaha agar tercpai tujuan saya selam ini.
1. Saya ingin menjadi seorang yang tidak ingin melupakan kewajiban dalam beragama.
2. Poin yang ke-dua saya ingin membuat diri saya bangga dengan kemampuan yang saya punya dan kemampuan itu juga bisa bermanfaat terutama bagi diri saya sendiri dan kepada oran laen dan bila saya melakukan pekerjaan apa pun saya juga ingin bemanfaat bagi setiap orang.
3. Poin yang ke-tiga saya juga ingin sekali membahagiakan orang tua saya yang selama ini sudah membimbing saya sampai saat ini,aku ingin membalasbudinya yang selama ini sudah sangat berperan sangat penting bagi diriku.WAHAI IBU BAPAKU AKU MEYAYANGIMU
CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN SAYA MENURUT SAYA SENDIRI..
Kalau ingin mencapai tujuan kita tidak boleh meninggalkan kewajiban dalam beribadah dengan cara mematuhi segala perintahnya yang ada di dalam kitab suci AL-QUR’AN maupun juga bisa mendengarkan dalam pengajian umum atupun dengan ceramah rohani yang di adakan dimasjid ataupun dimushola terdekat.Poin yang ke-dua kita harus selalu berusaha dengan semaksimal mungkin bila ada suatu kegagalan kita tidak boleh menyerah sebelum tercapainya tetapi bila suatu usaha tidak didampingi dengan berdo’a dan tanpa restu dari orang tua akan selalu terhambat dengan sesuatu hal.
Poin yang ke-tiga dengan cara kalau kita belum bisa memberi apa-apa kita paling tidak kalau kita di suruh kita harus mentaatinya dan jangan membuat orang tua sedih dengan apa yan kita perbuat tetapi perbuatan kita membuat mereka sedih..
TUJUAN HIDUP SAYA DALAM MENUJU KE-DEPAN
Tujuan hidup saya ada beberapa poin dan saya juga ingin dan berusaha untuk mewujudkan tujuan saya selama ini tetapi sampai hari ini tujuan itu belum pernah tersampaikannya sehingga saya berusaha agar tercpai tujuan saya selam ini.
1. Saya ingin menjadi seorang yang tidak ingin melupakan kewajiban dalam beragama.
2. Poin yang ke-dua saya ingin membuat diri saya bangga dengan kemampuan yang saya punya dan kemampuan itu juga bisa bermanfaat terutama bagi diri saya sendiri dan kepada oran laen dan bila saya melakukan pekerjaan apa pun saya juga ingin bemanfaat bagi setiap orang.
3. Poin yang ke-tiga saya juga ingin sekali membahagiakan orang tua saya yang selama ini sudah membimbing saya sampai saat ini,aku ingin membalasbudinya yang selama ini sudah sangat berperan sangat penting bagi diriku.WAHAI IBU BAPAKU AKU MEYAYANGIMU
CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN SAYA MENURUT SAYA SENDIRI..
Kalau ingin mencapai tujuan kita tidak boleh meninggalkan kewajiban dalam beribadah dengan cara mematuhi segala perintahnya yang ada di dalam kitab suci AL-QUR’AN maupun juga bisa mendengarkan dalam pengajian umum atupun dengan ceramah rohani yang di adakan dimasjid ataupun dimushola terdekat.Poin yang ke-dua kita harus selalu berusaha dengan semaksimal mungkin bila ada suatu kegagalan kita tidak boleh menyerah sebelum tercapainya tetapi bila suatu usaha tidak didampingi dengan berdo’a dan tanpa restu dari orang tua akan selalu terhambat dengan sesuatu hal.
Poin yang ke-tiga dengan cara kalau kita belum bisa memberi apa-apa kita paling tidak kalau kita di suruh kita harus mentaatinya dan jangan membuat orang tua sedih dengan apa yan kita perbuat tetapi perbuatan kita membuat mereka sedih..
Langganan:
Postingan (Atom)